Di antara waktu luang

Subuh ini saya mengganti nama blog dari “dramaQueen” menjadi “waktuLuang”. Alasannya, saya harus mengganti nama “dramaQueen” secepatnya. “dramaQueen” dibuat ketika saya masih sangat muda (sekarang saya muda aja) dan menjadi RATU DRAMA. Ratu drama karena saya selalu berlebihan menyikapi apapun -entah karena saya menyukai teater atau terlalu banyak menonton sinetron. Selain itu, sejak 3 tahun yang lalu saya sedikit trauma mendengar kata “Queen” karena mengingatkan saya pada seseorang dan luka yang ditinggalkan (haha, maaf curcol). Inilah alasan kenapa saya berhenti mem-posting apapun di blog ini.

Lalu kenapa “waktuLuang”? Sederhana saja. Tadi malam, ketika saya sulit untuk tertidur, tiba-tiba saya teringat sebuah buku yang pernah saya baca dari Fransiskus Simon yang berjudul “Kebudayaan dan waktu senggang” (sejujurnya, sampai detik ini saya belum menyelesaikan membaca buku tsb). Tapi yang saya ingat, buku tersebut menerangkan bahwa banyak kebudayaan yang tercipta dari waktu senggang atau waktu luang.

Waktu luang yang bagaimana yang bisa menciptakan kebudayaan? Waktu luang yang dimaksud dalam buku tersebut adalah waktu ketika masyarakat tidak melakukan aktifitas ataupun pekerjaan sehingga mereka dapat ‘bermanja-manja’ dengan pikiran mereka, menggali ide-ide serta potensi. Ide tersebut mereka kaji dan kemukakan ketika berkumpul dengan orang lain. Dari sana lah ide tersebut akhirnya -selama puluhan tahun- membentuk sebuah kebudayaan.

Saat ini sepertinya masyarakat (terutama masyarakat urban) tidak memiliki waktu luang, bahkan untuk sekedar berkumpul dan berbincang dengan orang sekitarnya, komunikasi lebih banyak mengandalkan teknologi. Banyak manusia terjebak dalam rutinitas yang menghabiskan seluruh waktunya. Monoton. Setiap hari menggeluti hal yang sama; mengejar pemenuhan kebutuhan.

Kebutuhan ini yang membedakan masyarakat zaman dahulu dan sekarang. Zaman dahulu masyarakat hidup sederhana, mereka hanya ‘bekerja’ untuk memenuhi kebutuhan primer. Sekarang, semua orang ‘membanting tulang’ untuk sebuah kesenangan, hiburan. Perbedaan kebutuhan akhirnya membedakan kuantitas dan kualitas waktu yang dapat diluangkan untuk ‘bersantai’.

Tentu saja di tengah derasnya teknologi dan globalisasi kita tetap menciptakan sebuah kebudayaan. Tapi coba kita lihat, budaya sepeti apakah yang kita ciptakan saat ini? Bukan lagi budaya yang didasarkan pada asas kekeluargaan, bukan pula budaya yang kaya akan nilai tradisi yang arif dan sederhana, melainkan budaya individualis; semua bermuara pada diri sendiri.

Akhir-akhir ini saya pun terjebak dalam rutinitas masa kini, teman-teman saya menyebutnya “normal”. Saya terlena dalam zona nyaman yang dulu hampir selalu saya hindari. Saya terlalu sibuk mengerahkan tenaga dan pikiran untuk pemenuhan kebutuhan hidup orang normal yang dulu hampir selalu tak pernah saya khawatirkan.

Lalu saya tersadar, sampai kapan saya akan seperti itu? Dikejar-kejar entah oleh apa. Saya harus mengembalikan jiwa ke dalam hidup saya. Saya harus hidup, sekalipun menjadi “tidak normal”. Inilah yang coba saya mulai kembali. Menulis; membiarkan pikiran saya bertualang. Ini adalah sebuah ruang dimana kebudayaan tetap terjaga. Ini adalah sebuah ruang di antara waktu luang.

catatan:

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penggunaan tanda baca, terutama tanda petik (‘) satu dan petik dua (“), saya lupa aturan penggunaan tanda baca (maklum sudah lama tidak menulis) :p

Advertisements

3 thoughts on “Di antara waktu luang

  1. halo, saya tertarik untuk membaca buku karya Fransiskus Simon tentang Kebudayaan dan Waktu Senggang, kira-kira dimanakah saya bisa mendapatkan buku tersebut. terimakasih.

    1. Halo juga, saya kurang tau dimana bisa dapet buku itu, coba browsing mungkin ada. Saya dulu dikasih temen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s