Menjadi Rakyat (yang Baik)

Salah sendiri knapa jadi presiden
Harus mengtur, harus memimpin
Salah sendiri knapa menjadi rakyat
Harus diatur, harus dipimpin

(Resiko – The Panasdalam)

Ini penggalan lirik lagu The Panas Dalam. Tiba-tiba teringat lagu itu waktu nonton berita (maaf lupa beritanya tentang apa). Kebayang gak 200 juta orang melakukan sesuatu hanya mengikuti keinginannya masing-masing? Itulah kenapa ada pemerintah, supaya ada yang mengatur. Masyarakat harus percaya bahwa tujuan dibentuknya pemerintahan itu supaya segala urusan menjadi rapi  dan gak carut-marut. Nah, pemerintah juga sudah seharusnya bisa dipercaya bahwa mereka memang berjalan sesuai dengan tujuan pembentukannya; memfasilitasi masyarakat, bukan mempersulit.

Percaya pada pemerintah itu bisa diwujudkan dengan mengikuti apa yang sudah diurus dan ditetapkan oleh pemerintah; “gak nakal”. Saya, jujur saja, termasuk orang yang kurang percaya pada pemerintah. Terlalu banyak pihak yang berkepentingan “lain” di sana sehingga banyak hal-hal yang menurut saya tidak berjalan di jalurnya. Banyak hal yang sudah diurus dan ditetapkan dalam sebuah kebijakan, yang tentu saja melalui berbagai penghitungan dan pertimbangan yang matang itu, pada pelaksanaannya menjadi cacat.

Tapi saya juga bukan termasuk di dalam kelompok mahasiswa-mahasiswa yang menolak dan memprotes hampir setiap kebijakan yang diputuskan pemerintah. Menurut saya, ‘demo’ bukan solusi. Toh pada kenyataannya aksi-aksi yang mengatasnamakan kebaikan itu seringkali ditumpangi kepentingan-kepentingan yang lain lagi. Nah lho?! Akhirnya lagi-lagi masyarakat yang bingung harus percaya pada pihak yang mana.

Tentu kita semua tahu, sebagian besar masyarakat Indonesia bukan kaum elit, tidak pula berada dalam kelompok mahasiswa atau kaum terpelajar, apalagi yang rela berjejalan mengantri demi diskonan Blackberry. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah mereka yang ada di pasar-pasar tradisional, mereka yang berdesakan di angkutan umum, mereka yang berkumpul di daerah pedalaman yang tak terjangkau listrik negara, mereka yang mencari uang sekedar untuk makan hari ini, mereka yang mendambakan sekolah tapi bahkan tidak mampu membeli seragam.

Sebagian besar masyarakat Indonesia itu bahkan tidak mengerti apa yang sesungguhnya diributkan oleh orang-orang yang ada di “atas sana”. Mereka hanya ingin kehidupan yang tenang, damai, dan mudah. Nah, apakah kemudahan itu kita dapatkan? Hmmm…

Menulis ini saya menjadi gagal fokus, bingung sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan. Haha. Oke, kembali ke tujuan awal penulisan. Sebenarnya yang ingin saya soroti adalah masalah kepercayaan. Ya, itu yang saya rasa sudah hilang dari kita semua. Berbagai pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara membuat kita akhirnya berhenti percaya; berhenti percaya pada orang lain, berhenti percaya pada apapun, bahkan berhenti percaya bahwa negara kita akan membaik.

Tidak ada satu pun di dunia ini yang sempurna, memang. Ungkapan tersebut berlaku pula bagi pemerintahan, juga bagi masyarakat. Saya yakin tidak mudah untuk mengurusi ratusan juta orang dengan pola pikir dan kebudayaan yang berbeda, yang tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Dan kita belum tentu bisa melakukan lebih baik dari mereka. Lihat saja beberapa orang yang dulu berniat memperbaiki sistem, sekarang malah mendapati dirinya terjebak dalam lingkarang yang sama.

Maka saya berusaha mengingatkan diri sendiri untuk bisa percaya pada orang-orang yang  punya wewenang lebih untuk memperbaiki negara ini, mengikuti apa yang seharusya saya ikuti sebagai warga negara. Setidaknya sebisa mungkin menghindari kemungkinan-kemungkinan berbuat “nakal” dan tidak menciptakan peluang-peluang untuk siapapun berbuat curang. Ingat, segala “kerusakan” yang ada tidak hanya disebabkan oleh satu pihak, tapi dua, tiga, bahkan ratusan pihak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s