Penutup Tahun Ini

Ini tidak pernah lebih dari yang pernah tersampaikan. Tidak juga lebih dari sebatang lilin yang menyala di malam itu. Ya, aku mencoba menjaganya tetap sederhana, meski riuh kembang api di langit sana membuatku terpana. Tapi tidak, aku ingin tetap begini saja. Menyala sederhana. Hingga nanti ketika gelap aku terbiasa.

Lalu kawanku berkata ini tak berguna. Sebaiknya kau bergegas, katanya. Waktu tak pernah memberi jeda, bahkan ketika aku berhenti melangkah. Tapi aku tak perlu jeda. Aku juga tak akan berhenti melangkah.

Mungkin kau ingin bertanya mengapa aku begitu yakin untuk bertahan. Hei, aku dilahirkan untuk menjadi kuat, untuk berjuang. Semua orang begitu, kan? Kau juga begitu. Kita semua begitu.

Tak perlu risaukan segala mimpiku yang mengganggu. Aku tak pernah memintamu menyimpannya di tanganmu, apalagi meletakkan di pundakmu, hingga menjadi bebanmu kala berjalan. Tidak. Aku hanya akan menyimpannya di suatu tempat di ujung sana. Sebuah tempat yang kesanalah aku akan berjalan. Begitu juga dirimu, kuharap.

Dan inilah jalan itu. Jalan yang harus kita tempuh dengan sungguh-sungguh. Jalan yang tak pernah kita tahu ujungnya. Kita hanya melangkah, melihat, merasa, dan berdoa. Kita akan kesana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s