Positif-Asumtif-Negatif

Pagi ini warna-warna berpendar di ruang sempit tak bercelah. Sejenak kemudian abu-abu. Bukan, bukan karna hujan. Hujan bahkan tak datang lagi sejak saat itu. Aneh. Padahal telah dia tumbuhkan bunga-bunga tanpa diminta. Dan kita hanya melihatnya semakin layu, lalu mati.

Kita sendiri terjebak dalam sebuah teka-teki. Entah siapa yang memulai, tapi kita berputar-putar dalam jawaban tanpa pertanyaan. Asumsi. Masih pagi, katamu. Jangan dulu membuat kesimpulan, belum perlu. Tapi aku sedang bergegas. Setidaknya kita bisa mulai berkemas. Itu dulu.

Sementara aku siap melaju, kau masih menunggu entah apa. Di seberang sana, sebuah tujuan sudah terlihat.

“Bentangkan layarnya, hei nahkoda.”

Tak perlu khawatirkan perjalanan. Bekal kita sudah cukup untuk sampai disana.

Tapi perahu kita masih berada di tempat yang sama. Sesuatu menahannya untuk pergi. Jangan-jangan perahu ini memang tak akan pernah pergi. Bukan denganku, mungkin. Ah, asumsi lagi. Rasanya aku menjadi mahir menduga-duga. Ini positif. Asumtif negatif.

*Galau pagi hari*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s