Entah

Selamat malam samudera,

Entah.

Apa yang membuatku bertahan di sini. Di ujung sana, telah kau tambatkan sauh perahuku.

Jauh.

Aku tak pernah melihatnya dari sini. Ia sudah lebih dulu berlayar, padahal kami pernah berbagi perahu.

Dulu.

Saat hujan adalah irama dimana kami berdansa. Saat malam adalah kawan bercengkrama. Hingga pagi.

Nanti.

Berapa purnama lagi yang harus kutunggu?

Entah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s