#1st Week of Ramadhan

Chapter 1:

Ramadhan kali ini sangat berbeda bagi saya dengan ramadhan tahun-tahun yang lalu. Tahun ini saya harus berbesar hati karena sebagian besar hari-hari saya di bulan ramadhan ini tidak bisa diisi dengan berbuka dan sahur bersama keluarga di rumah. Bagi saya, ini adalah hal tersulit yang harus saya hadapi dan terima dengan ikhlas atas keputusan saya untuk bekerja di luar kota. Sejak saya belajar berpuasa, belum pernah saya menjalani ibadah ramadhan sendirian, tidak bersama keluarga. Ini pertama kali. Pernah dulu, tahun 2003 hingga 2005, saya juga tinggal di Kota Bandung ini. Saya menjalani 2 tahun ramadhan jauh dari keluarga di Bogor. Tapi pada saat itu saya tinggal bersama nenek saya yang baik hati, bukan sendirian di kamar kost seperti sekarang. Sehingga ibadah puasa yang saya jalankan tidak seberat sekarang.

Dan benar saja, baru lima hari saya menjalani puasa sendirian, saya sudah jatuh sakit. Sejak semalam badan saya demam sehingga mengharuskan saya beristirahat total hari ini. Sehari penuh saya hanya berbaring di kasur, memakai jaket dan berselimut. Saya kedinginan hebat sejak semalam. Ah, saya butuh kehangatan rumah.

Saya rindu suasana ramadhan di rumah. Saya rindu masakan Mama, saya rindu dibangunkan sahur oleh Ayah, saya rindu shalat berjamaah bersama mereka. Bahkan saya rindu menonton dan menertawakan acara sahur di televisi. Ramadhan saya sepi. Buka puasa sendiri, sahur sendiri. Tidak ada keluarga, tidak ada televisi. Tidak ada menu berbuka favorit seperti di rumah: bubur sagu ambon. Saya tidak pernah bisa menjumpainya di mana pun selain di rumah

Menu favorit: Bubur Sagu Ambon 😉

 

Chapter 2:

Di luar kesendirian saya menjalani ramadhan dan kerinduan saya akan rumah, sebenarnya ramadhan tahun ini sangat menarik. Saya diajak oleh seorang kawan (yang belum pernah bertemu sekali pun) bernama Rizki Ersa Heryana untuk mengikuti tantangan bertajuk “Ramadhan in My Eyes“, yakni mengabadikan ramadhan melalui sebuah foto. Setiap hari selama bulan ramadhan saya harus mengambil gambar dan mengunggahnya ke halaman 30 Days of Life Images

Peserta yang mengikuti tantangan ini cukup banyak dengan foto yang unik dan bagus. Hal ini memicu semangat saya untuk lebih memperhatikan sekeliling saya dan menangkap momen yang unik setiap hari. Rencananya, hasil foto-foto tersebut kelak akan dipamerkan dalam sebuah pameran sederhana. Saya tidak sabar menantinya. Saya sendiri belum tahu apakah foto-foto tersebut akan dipamerkan semuanya atau hanya dipilih foto-foto terbaik. Meskipun harus dipilih dan foto-foto saya tidak terpilih, tidak masalah. Saya tetap menanti pameran itu. Setidaknya, pameran itu bisa (akhirnya) mempertemukan saya dengan Si Rubah Kelabu. I’m your big fans. 😀

 

Chapter 3:

Beruntung saya tinggal di lingkungan pemukiman padat penduduk. Di sini, setiap hari selalu ramai oleh anak-anak yang bermain. Banyak warung dan mesjid tidak jauh dari tempat saya tinggal. Hal yang paling menyenangkan tinggal di sini adalah nuansa ramadhan yang masih kental, mengingatkan pada masa kecil saya.

Setiap hari, pagi dan sore, dari pengeras suara mesjid diperdengarkan anak-anak yang sedang belajar mengaji. Suasana yang menenangkan dan bisa membuat saya tersenyum. Terbata-bata mereka mengikuti seorang guru ngaji melantunkan ayat-ayat suci. Sepulang mengaji, mereka keluar mesjid bersama-sama sambil bercengkrama dan bersenda gurau. Saya bisa melihat kebahagiaan mereka dari teras kamar kost saya yang terletak di lantai dua. Mereka terlihat bahagia.

Saya juga bahagia. Melihat pemandangan tersebut setiap hari membuat saya optimis bahwa Indonesia (seharusnya) masih punya harapan untuk menjadi lebih baik. Sungguh senang mengetahui di tengah era modern dan arus globalisasi ini masih ada anak-anak yang ramai-ramai pergi mengaji. Semoga jika besar nanti, mereka tidak tergoda untuk “menyesatkan diri sendiri”. Amin.

 

Selamat datang ramadhan. Selamat datang bulan penuh berkah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s