Surat Untukmu, Teman

Hai teman,

Apa kabar dirimu? Lama sekali kita tidak bertemu. Setahun lebih, mungkin. Rasanya lebih lama dari itu. Lama sekaliiiii. Aku tidak bisa mengingat kapan terakhir bertemu denganmu, berbincang, melihat tingkah konyolmu. Oh tidak, kau tidak konyol. Kau lucu. Kau seperti joker yang tidak mau diam. Dan kau selalu membuatku tertawa. Meski pernah juga kau membuatku menangis. Ah, aku tidak ingin mengingat air mata itu.

Wow, aku merindukanmu, teman. Kau di mana sih? Berkali-kali kuhubungi nomor ponselmu, tidak aktif. Kau semakin langka beredar di media sosial. Teman-teman yang lain juga selalu menjawab “tidak tahu” setiap kali kutanya tentang keberadaanmu. Kau sudah punya “ilmu menghilang” rupanya sekarang. Atau kau diam-diam mencuri jubah gaib Harry Potter sehingga kau tidak bisa terlihat oleh kami.

Tapi kau bisa melihat kami kan? Kau pasti sekarang sedang tersenyum melihat kami yang masih saja suka meributkan hal-hal yang tidak penting untuk ukuran orang “normal”. Atau kau sedang menyimak dan berpikir keras tentang para seniman. Hei, jangan-jangan kau sudah jadi seniman betulan? Jangan-jangan kau membuktikan bahwa kau bisa menjadi orang bebas yang tidak terikat pada apapun.

Jahat sekali kau tidak bercerita padaku. Padahal kita pernah berbagi tentang itu, tentang mimpimu dan kekagumanmu kepada para pengelana. Kau masih ingin berkelana? Atau sekarang kau justru terjebak dalam kehidupan yang monoton? Semoga bukan tentang uang. Kita sudah terlalu muak membicarakan yang satu itu, teman. Meskipun selama ini kita selalu terikat olehnya, setidaknya kita berusaha lepas, bukannya malah melilitkan diri kita padanya. Begitu, kan?

Tapi inilah kita sekarang; semakin tua dimakan waktu. Perlahan tapi pasti, kita tidak lagi sama. Kita bukan lagi mahasiswa-mahasiswa kritis yang anti keseragaman, bukan lagi anak-anak muda yang selalu berusaha berbeda. Waktu membawa kita pada kondisi yang sama seperti jutaan manusia lainnya. Semuanya tentang pemenuhan kebutuhan, mulai dari premier, sekunder, hingga tertier. Meskipun seringkali manusia meletakkan urutannya serampangan. Entahlah, mungkin aku pun begitu. Mungkin hidupmu tetap menyenangkan seperti biasanya.

Teman, aku merindukanmu ada di sini, berbagi kopi murahan sambil tertawa-tawa untuk sesuatu yang tidak lucu. Kita seperti sepasang anak muda yang sedang nyimeng, padahal kita hanya minum kopi. Jangan-jangan kopi kita dicampur ganja? Salahkan si penjual kopi itu. Haha… Aku rindu sekali masa-masa itu. Rindu juga saat-saat berbagi puisi denganmu, berbagi peran di atas panggung. Senangnya pernah mengalami itu. 🙂

Kapan kita akan berjumpa lagi? Ayo kita tertawa lagi, berbagi kopi lagi, berpuisi lagi, apapun yang menyenangkan. Aku janji tidak akan membuatmu kesal lagi, aku janji tidak akan manja, tidak akan cengeng, tidak akan jatuh cinta pada badboy lagi. Aku janji tidak akan membuatmu marah lagi dengan cinta-cintaan yang bodoh. Aku juga tidak akan marah-marah lagi. Jadi, ayo dong muncul, jangan sembunyi terus…

Teman, aku tulis surat ini karena aku ingin kau tahu bahwa aku rindu sekali pertemanan itu. Aku ingin kau tahu betapa aku kehilangan masa-masa bersamamu. Aku ingin kau membaca ini, tapi aku terlalu takut untuk mengirimkannya padamu. Kau tahu alasannya. Menulis ini cukup membantu ternyata. Aku bisa mengenang tahun-tahun yang telah berlalu dengan sangat jelas dalam ingatan.

Teman, semoga di mana pun dirimu, kau selalu baik-baik saja dan bahagia. Karena aku pun begitu. Aku bahagia dengan hidup ini, meskipun terkadang aku masih suka menangis. Namanya juga hidup, kan? Bagaimana pun, kita tetap harus berbahagia, bersyukur.

Sampai berjumpa lagi, teman. Dunia ini terlalu indah untuk dinikmati sendirian. 🙂

Salam rindu dari temanmu.

Advertisements

2 thoughts on “Surat Untukmu, Teman

    1. Yup, pada akhirnya kita akan mengalah pada waktu, membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya. Kita semakin tua dengan energi yang menyusut bersama keriput. Wooo, umur berapa sih kita? Hahaha

      Btw, di antara sekian banyak postingan di blog ini, kenapa lu harus komen di postingan taun 2012? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s