Gamer

5/365. Asyiknya menjadi gamer! 😀

Hari ini saya punya hobi baru. Ya, bermain game (perpaduan kata yang aneh :p). Sejak kemarin menonaktifkan akun-akun media sosial, saya mati gaya setiap kali membuka handphone. Tidak ada sms, tidak mau ber-whatsapp-ria. Tidak ada games. Ya, sekalipun hp saya mampu menampung banyak aplikasi, saya tidak tertarik untuk mengunduh permainan apapun. Pernah sekali saya mengunduh satu permainan hanya supaya tidak menjadi korban ejekan teman-teman; “hp canggih koq gak ada games-nya satu pun”. Baiklah. Dan yang saya unduh adalah permainan Ular Tangga yang baru satu kali saya mainkan. Syarat saja.

Bukan apa-apa, saya tidak suka permainan digital dalam bentuk apapun. Ralat: saya berusaha untuk tidak membiarkan diri saya menyukai permainan2 tersebut. Karena apa? Karena saya pernah ketagihan. Haha. Dari kecil saya senang bermain di luar ruang bersama teman-teman; kelereng dan berbagai permainan lain. Kalaupun main di rumah paling main congklak dan sebagainya. Mungkin pada saat itu memang belum banyak mainan “aneh-aneh” seperti sekarang.

Suatu ketika saya sempat tergoda dengan permainan gamewatch (dibaca: gimbot :D). Pada saat itu, permainan ini sedang nge-trend, saya pun mulai meninggalkan permainan-permainan tradisional. Lalu dunia permainan mulai berkembang, muncullah nintendo, lalu Sega, lalu PS, lalu entah apa lagi. Saya hanya sampai di nintendo lalu tobat. Sempat saya ketagihan bermain nintendo sampai melupakan banyak hal. Saya lupa makan, lupa mandi, lupa belajar, lupa baca buku. Saya bermain nintendo terus sampai suatu hari Tv saya rusak karena saya dan abang saya main nintendo seharian. Haha. Setelah itu, rasanya lama sekali kami tidak punya Tv.

Setelah itu saya tidak mau lagi bermain nintendo. Kemunculan Sega dan berbagai permainan lain setelah itu sama sekali tidak menarik minat saya. Saya kembali bermain congklak, bekel, halma, dan kembali membaca buku. Ketika memasuki dunia kerja, saya digoda oleh teman-teman saya yang suka sekali bermain segala permainan yang ada di komputer. Komputer saya? Hanya ada Solitaire yang saya mainkan dua bulan sekali, mungkin lebih lama. Teman-teman saya terus menggoda saya untuk ikut bermain padahal saya sudah bilang tidak suka. Mereka bilang “coba dulu, nanti pasti suka”. Nah, itu yang saya tidak mau.

Tapi dasar manusia ya, akhirnya pertahanan saya runtuh. Suatu hari, ketika sering menginap di kantor, mereka banyak menghabiskan waktu untuk adu jago bermain game di kantor. Seru sekali mereka. Saya jadi ingin terlibat dalam keseruan itu. Maka terjunlah saya ke dalam games yang memabukkan itu. Sejak itu, saya resmi kecanduan.

Berbulan-bulan saya kecanduan games dan mengakibatkan pekerjaan saya banyak tertunda. Parah. Lalu saya mengambil sikap untuk lepas dari kecanduan itu dengan menghapus games dari komputer saya. Dan saya berjanji tidak akan lagi menceburkan diri saya ke dalam permainan2 itu. Sampai kemarin!

Gara-gara hilang dari medsos, dan teman saya pantang menyerah mengirimkan invitation sebuah game online, saya jadi tergoda untuk log-in di permainan tersebut. Setelah 5 tahun berhenti nge-games, saya kalah lagi. Iman saya lemah. Saya jadi kecanduan bermain dengan hp saya, memainkan permainan digital yang melenakan. WOW! Semoga ini tidak keterusan ya, semoga masih inget buat bekerja, membaca, menulis.

 

Sekarang, saya mau main game dulu. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s