Ganteng Itu Relatif

6/365. Ganteng itu relatif.

Tadi pagi melihat acara musik televisi di mana boyband-girlband menjadi penguasa. Hari ini seorang bintang iklan cilik yang lucu dan cantik menjadi bintang tamu dalam acara tersebut. Konon anak ini berulang tahun dan mendapat kejutan bertemu idolanya. Siapakah idolanya? Tujuh orang pelopor kebangkitan boyband di Indonesia. Ya, s**sh. Ia menyukai salah satu dari laki-laki yang lebih “dandan” dari wanita ini. Ketika ditanya mengapa anak ini mengagumi si idola, jawabannya “ganteng”.

Ada dua hal yang saya perhatikan dari tayangan tersebut. Pertama, saya tidak mengerti mengapa si pria boyband itu dianggap ganteng. Kedua, bagaimana bisa anak berusia 7 tahun mengidolakan boyband dengan alasan ganteng. Oh Tuhan.

Dalam tulisan ini saya akan membahas satu tema saja. Ganteng. Oke, itu sangat subjektif. Setiap orang berhak mendefinisikan ganteng menurut seleranya. Lalu saya mencoba mendefinisikan ganteng versi saya sendiri. Sebelumnya, saya membuka KBBI untuk memastikan bahwa pemahaman saya masih sesuai dengan pemahaman yang lazim. Menurut KBBI, ganteng adalah elok dan gagah. Elok berarti indah, enak dilihat, menyenangkan, baik wajah maupun postur tubuh. Gagah, ini yang harus digarisbawahi, cetak tebal, kapital. GAGAH. Saya cari lagi di kamus yang sama, gagah berarti kuat, bertenaga, berani, tegap.

Setelah membaca definisi ganteng secara harfiah, saya jadi bingung mendifinisikan ganteng menurut saya sendiri. Haha. Tapi saya setuju dengan definisi kamus bahwa ganteng, karena kata sifat yang melekat pada laki-laki, harus memiliki unsur gagah juga di dalamnya. Gagah dalam hal ini bukan berarti harus punya badan yang berotot hasil ke gym setiap hari. Biasa saja. Tapi juga tidak lemah.

Jadi, ganteng menurut saya mungkin bisa dibilang laki-laki yang “cowok banget”; suka berolahraga, kegiatan-kegiatan petualangan, kaos dan celana belel, sandal atau sepatu gunung. Cowok ganteng itu cowok yang tidak merasa ganteng. Tidak terlalu repot “dandan”, apalagi sampai melakukan perawatan kulit, wajah, rambut. Cowok ganteng itu tidak mandi karena baru turun gunung. Itu baru ganteng, haha.

Tapi bukan berarti saya suka cowok-cowok jorok yang tidak peduli pada penampilan. Beda. Cowok ganteng itu tahu kapan harus bebenah dan terlihat rapi. Cowok ganteng itu bersih dan wangi pergi ke masjid untuk sholat jumat. Cowok ganteng itu yang meluangkan waktunya untuk mencintai keluarganya dan sesama manusia. Itu cowok ganteng. Bukan cowok yang sibuk ngaca karena rambutnya kurang gel, bukan yang tiap minggu beli baju untuk selalu terlihat trendy dan up-to-date dalam dunia fashion yang tidak mudah saya mengerti. Bukan cowo yang lebih suka main di Mall dan kongkow di tempat-tempat gaul. Oh tidak.

Sekali lagi, ganteng (seperti juga cantik) sangatlah subjektif. Tidak bisa disamaratakan setiap orang. Tapi kita bisa melihat kecendurungan kelompok. Trend setiap generasi (secara umum ya, tidak termasuk hipster). Untuk generasi MTv, cowok ganteng mungkin cowok2 band yang berkeringat di atas panggung, seperti chester bennington (tiba-tiba rindu melihat aksi panggung Linkin Park). Terlepas dari perilaku dan pergaulan anak band yang kata orang “bebas”. Generasi Aneka (tau kan ya majalah yang jaya tahun 90an), cowok-cowok ganteng itu mereka yang tampil di sampul majalah dengan menyandingkan jaket kulit atau jeans di bahunya.

Nah, saat ini generasi dahsyat-inbox, ganteng itu cowok2 yang menari-nari sambil menyanyi lipsync karena staminanya tidak mendukung untuk menyanyi live. Dan ini bukan hanya berlaku bagi perempuan-perempuan usia remaja, bahkan juga anak kecil yang seharusnya masih bernyanyi pelangi-pelangi dan topi saya bundar.

Tema ganteng-tidak ganteng ini memang tidak bisa dijadikan suatu kajian yang baku. Karena ganteng itu relatif. Sangat relatif. Tidak ada hak siapapun untuk memaksakan orang lain menilai gantengnya seseorang, apalagi pada orang yang sedang jatuh cinta. Paling ganteng pasti hanya ada satu orang, selebihnya jelek. 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s