Bukan Surat Kaleng

14/365.

Teruntuk kamu,

Batu yang melahirkan kupu-kupu. Sekejap saja hidup dalam perutku. Lalu beranak-pinak dan memenuhi sampai rongga dada.

Kamu. Gerimis yang entah dibawa awan dari mana. Selalu ada di setiap hariku, dalam mimpiku. Kamu yang selalu datang dalam keheningan. Aku sesak napas karna diammu. Semakin banyak tanya yang menggantung di sebuah ruang tanpa nama.

Hei kamu yang selalu diikuti pelangi setiap hari, setiap saat. Aku cemburu. Pada pelangi, pada hujan. Pada apapun yang menyentuh gundahmu, mengecup sepimu dengan seutas senyum. Aku cemburu pada malam yang kau peluk lebih lama. Lebih dalam.

Kamu adalah pagi yang berlalu tanpa sempat kutemui. Aku rindu kedamaian itu. Kamu cahaya yang selalu datang. Jalan yang kutemui selalu menuju pintu bertuliskan namamu. Kamu adalah rumah untuk aku pulang.

Tapi aku tersesat menuju ke sana. Bawa aku pulang. Segera.

 

Salam rindu,

Aku

Advertisements

2 thoughts on “Bukan Surat Kaleng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s