Keinginan. Kebutuhan. Kewajiban.

Kebutuhan dan keinginan terkadang saling melengkapi, sering juga bertentangan. Betapa mudahnya ketika keinginan sejalan dengan kebutuhan, sekali langkah bisa terpenuhi keduanya. Berbeda jika keinginan sangat bertolak belakang dengan kebutuhan. Lebih sulit lagi jika keinginan dan kebutuhan harus diahadpkan dengan kewajiban. Dilema.

Keinginan berkaitan dengan hasrat, nafsu, obsesi atau apapun itu yang akan menyebabkan sesuatu bernama kepuasan. Kebutuhan tidak berbicara tentang kepuasan, tetapi sesuatu yang sifatnya mendesak. Butuh sama dengan perlu, tetapi apakah sama dengan harus? Apakah ketika kita membutuhkan sesuatu lantas kita harus mendapatkannya? Tergantung.

Coba kita lihat contoh kasusnya. Tubuh kita memerlukan energi untuk beraktivitas. Makanan dapat menghasilkan energi. Maka, makan merupakan kebutuhan tubuh kita. Nah, apakah kita wajib makan? Tidak, menurut saya. Kebutuhan bukan kewajiban. Kita bisa saja membutuhkan sesuatu, tetapi tidak serta-merta wajib memenuhinya.

Ketika tubuh kita membutuhkan makan, kita bisa saja tidak makan. Toh tidak akan ada yang menghukum. Tidak ada sanksi bagi sebuah kebutuhan, lain dengan kewajiban. Tetapi bukan berarti tanpa resiko. Kebutuhan, begitu pula keinginan, sifatnya sangat personal, begitu pula cara pemenuhannya. Tidak secara langsung berkaitan dengan individu lain maupun lingkungan, sehingga pemenuhannya pun dengan cara yang diusahakan sendiri bukan menerima dari orang lain, meskipun ada pihak ketiga yang mendukung prosesnya.

Karena sifatnya yang personal, maka resiko yang muncul ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi pun berdampak kepada personal juga. Kita butuh makan, tetapi tidak makan. Resikonya adalah kelaparan, sakit, bahkan meninggal dunia. Personal. Pihak ketiga akan menerima resiko secara tidak langsung yang bagiannya lebih kecil.

Bagaimana dengan keinginan? Jelas ini kepentingannya di bawah kebutuhan dan kewajiban. Keinginan tidak harus selalu diwujudkan karena seringkali sifatnya hanya menuruti ego, bahkan seringkali tidak penting. Anehnya, kita justru paling sering berjuang keras untuk memenuhi keinginan, bahkan lebih daripada kebutuhan.

 yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan

Pasti kita sering mendengar kalimat di atas. Katanya manusia itu tidak pernah tahu yang dibutuhkannya sehingga seringkali mengejar sesuatu yang bahkan tidak akan berarti apa-apa bagi hidupnya, malah berdampak buruk baginya. Faktanya, manusia sering merasa sesuatu yang diinginkannya sebagai kebutuhannya. Manusiawi sekali.

Bagaimana jika kita dihadapkan pada keinginan dan kebutuhan yang sejalan namun bertolak belakang dengan kewajiban? Jika keinginan dan kebutuhan bersifat personal, kewajiban lebih bersinggungan dengan orang lain. Kita wajib mematuhi peraturan lalu lintas karena berkaitan dengan keselamatan orang lain. (Nah, pakai helm itu mestinya kebutuhan, bukan kewajiban. :p)

Kewajiban adalah keharusan. Biasanya ada sanksi ketika kita tidak melakukannya, baik sanksi hukum maupun sanksi sosial, sehingga mau tidak mau akan kita lakukan. Ikhlas maupun tidak. Ada kepentingan orang lain dalam setiap keharusan yang kita penuhi. Kewajiban merupakan sesuatu yang pasti namun seringkali lebih rumit karena kita memiliki keinginan dan kebutuhan. Ego.

Manusia memang seringkali dibenturkan oleh egonya sendiri, sehingga segalanya menjadi rumit untuk dirinya sendiri. Maka dari itu kita diberi akal untuk berpikir, untuk mengukur baik-buruk, menimbang-nimbang resiko. Sehingga apapun yang kita lakukan atau putuskan tidak menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam hal yang lebih rumit dan lebih buruk dampaknya.

*sedang dalam kondisi harus memenuhi sebuah keharusan, bukan keinginan atau kebutuhan*

Advertisements

One thought on “Keinginan. Kebutuhan. Kewajiban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s