Tiga detik pertama

Ada sebuah mesin waktu di sana, di dalam sepasang mata yang sayu. Mesin waktu yang tiba-tiba menjemputku tanpa salam. Aku membuka pintunya, lalu hilang dalam tiga detik pertama. Tiga detik yang meleburkan tiga tahun yang panjang.

Tiga detik pertama, kita terjebak kenangan. Detik-detik berikutnya hanya pengulangan. Terjebak dan menjebak. Lalu terjebak lagi. Kisah-kisah yang seperti baru terjadi kemarin sibuk melompat-lompat dalam ingatan, menunggu untuk dilontarkan. Tidak. Aku membiarkan mereka tetap bermain di sana, dalam sempitnya daya ingat.

Ah rindu. Perlahan mencair oleh kehangatan matahari Bandung siang ini. Aku membiarkannya mengalir begitu saja, mengalir dan menemukan kembali sungainya. Aku akan tetap di sini, menikmati waktu yang tak mungkin kembali. Menciptakan dialog singkat bersama angin dan sepasang mata itu.

Advertisements

One thought on “Tiga detik pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s