Haruskah?

Haruskah kita memaksakan diri untuk bertahan berada dalam sebuah lingkaran besar hanya karena bagian kecil di dalamnya? Atau kita balik pertanyaanya, haruskah kita memaksakan diri mempertahankan bagian kecil dalam lingkaran besar yang bahkan kita tidak pernah bisa benar-benar ada di dalamnya?

Saya sedang berada di luar sebuah lingkaran besar yang asing. Saya merasa tidak akan pernah berada dalam lingkaran itu. Segala komponen pembentuknya terlalu berbeda dengan lingkaran yang pernah saya temui sebelumnya. Dan saya merasa tidak nyaman dengan segala perbedaan itu. Tetapi partikel kecil di dalamnya sudah menarik saya untuk mendekat, membuat saya harus bersentuhan dengan lingkaran itu, mau tidak mau.

Mungkin tidak akan membuat saya gelisah jika ini bukan tentang pembuktian, konsekuensi atas ucap dan sikap. Saya harus menerima ini sebagai sebuah ujian atas kesungguhan saya terhadap keputusan yang terlanjur diucapkan. Saya harus menerima ini sekalipun saya merasa ini tidak adil. Tidak adil karena saya tidak dipersilakan untuk masuk di dalamnya. Saya hanya dipertemukan, lalu ditinggalkan begitu saja. Mungkin ini ujian kreativitas.

Lalu saya bimbang karna pembuktian itu akan berpengaruh pada nilai yang akan saya terima. Saya butuh nilai itu. Lingkaran asing di hadapan saya juga butuh nilai itu, begitu pun partikel kecil yang saya kenal di dalamnya. Tetapi saya merasa tidak benar jika harus memaksakan diri untuk masuk ke sana dan membuat diri saya terasing dalam ketidaknyamanan.

Saya hanya berdiri di luar garis lingkaran besar ini, bukan saya tidak membuka diri untuk menerima kenyataan bahwa saya partikel berbeda yang perlu melekatkan diri dalam homogenitas yang solid dan tidak terurai. Bukan. Saya hanya melihat lingkaran yang stabil dengan komponen penentu yang tepat di dalamnya. Keberadaan saya dalam lingkaran itu hanya akan menimbulkan kekacauan yang meluas pada lingkaran-lingkaran lain yang bersentuhan. Ditambah, belum tentu pula akan diterima oleh partikel lain di dalamnya. Iya, saya takut. Takut menghadapi segala kemungkinan yang ada di sana.

Saya tidak suka keadaan ini. Saya tidak suka kebimbangan ini. Saya tidak suka ujian ini.
Sekalipun saya memilih untuk tetap berada di luar lingkaran, bukan karena ketidakseriusan saya terhadap bagan kecil yang sudah saya pilih. Saya memilih untuk membatasi langkah saya untuk masuk ke dalamnya semata karena saya… Ah, karena saya mungkin tidak pantas untuk masuk ke sana. Haruskah saya memaksakan diri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s