Apalah arti sebuah nama(?)

Apalah arti sebuah nama(?)

Kalimat ini rasanya tidak asing di telinga kita karena banyak orang sering menggunakan istilah tersebut, secara serius maupun sekedar gurauan. Namun pernahkah kita benar-benar merenungi kalimat tersebut dan merefleksi berbagai objek di sekeliling kita atas kepemilikannya terhadap nama? Apakah arti sebuah nama?

 “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet” – William Shakespeare.

William Shakespeare dalam karyanya “Romeo and Juliet” berusaha menyampaikan bahwa keberadaan nama tidak akan mempengaruhi makna kehadiran suatu objek. Sehingga bukanlah suatu hal yang harus diributkan ketika sebuah nama dihilangkan atau diganti dengan nama lain. Shakespeare menilai bukan nama sekedar nama yang perlu diperhatikan, melainkan makna dari objek yang dinamai. Benarkah demikian? Benarkah nama hanya sebaris kata yang dilekatkan tanpa maksud sehingga dapat dipisahkan dari objek yang memilikinya?

Menurut saya, nama sebagai identitas objek (atau subjek) bukanlah sekedar kata yang berdiri sendiri, melainkan terikat berbagai unsur dalam subjek/objek tersebut. Sejatinya, proses nama-menamai perlu melewati tahapan berpikir yang menghasilkan makna, bukan sekedar kata yang dilekatkan sembarang. Sehingga nama tersebut menyatu dengan ruh objek yang dinamai, sehingga orang akan membawa nama dan objek dalam satu kesatuan yang saling memiliki, bukan dua hal yang berdiri sendiri-sendiri. Nama juga bisa jadi penanda zaman; gerbang penelusuran sejarah, pengikat masa.

Mengapa Gelora Bandung Lautan Api?

Berbicara tentang nama, saya sendiri beberapa waktu lalu terusik dengan proses penamaan sebuah objek di Bandung. Sebuah stadion olahraga seluas 40 hektar di Gedebage sempat menguras perhatian sebagian warga Bandung dalam proses penamaannya karena semula hendak dinamai Gelora Rosada. Penamaan stadion menggunakan nama Dada Rosada yang saat itu menjabat sebagai Walikota Bandung menuai banyak kritik dan penolakan dari beberapa kalangan masyarakat. Pasalnya, Dada Rosada dinilai belum bahkan tidak cukup layak untuk diabadikan bersama stadion bertaraf internasional itu.

Polemik penamaan stadion yang dibangun sejak tahun 2009 tersebut rupanya tidak bisa dianggap sepele. Beberapa golongan masyarakat yang menyuarakan protes mau tidak mau merupakan tanda bahwa stadion tersebut bukan hanya milik orang-perorangan maupun pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat sehingga perlu juga memperhatikan aspirasi mereka. DPRD Kota Bandung mencoba menuntaskan polemik tersebut dengan melakukan polling melalui SMS untuk menentukan nama stadion kebanggaan. Lalu terpilihlah nama Gelora Bandung Lautan Api yang kemudian dianggap sebagai nama terbaik yang mewakili aspirasi masyarakat Bandung. Nama tersebut juga merupakan salah satu nama yang diusulkan oleh tim sejarawan dari Unpad kepada DPRD.

Di sini lah saya terusik; mengapa stadion tersebut harus dinamai Gelora Bandung Lautan Api? Mengapa Bandung Lautan Api? Saya paham bahwa penamaan tersebut tentu mengarah pada peristiwa yang menjadi sejarah Kota Bandung. Tetapi mengapa lantas penamaan sebuah stadion dikaitkan pada peristiwa tersebut? Bukankah itu adalah dua hal yang berbeda dalam segala aspek, kecuali sama-sama berada di Bandung.

 

Ambiguitas Sejarah

Memang benar adanya bahwa peristiwa kebakaran besar pada 24 Maret 1946 merupakan momen penting dalam sejarah Bandung. Peristiwa yang kemudian dinamai “Bandung Lautan Api” tersebut tidak bisa dilepaskan dari identitas Bandung sebagai sebuah kota. Kemudian saya menduga-duga mungkin penamaan stadion megah “Gelora Bandung Lautan Api” tidak lepas dari harapan untuk mengidentikkan stadion tersebut dengan Kota Bandung. Menurut saya, ini justru semacam pengakuan yang dipaksakan.

Bagaimana tidak? Peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946 dan pendirian stadion olahraga tahun 2013 jelas merupakan dua peristiwa yang berbeda dan tidak dapat dikaitkan satu sama lain. Sebuah bangunan sebaiknya dinamai berdasarkan kejadian yang bertalian dengannya atau ciri spesifik yang melekat padanya, sehingga pada suatu masa dapat dipelajari keberadaannya sebagai keseluruhan cerita yang utuh, bukan secara parsial. Bayangkan ratusan tahun mendatang sekelompok orang melakukan penelitian terhadap bangunan bersejarah, kemudian mereka meneliti tentang Gelora Bandung Lautan Api, apa yang akan mereka dapatkan selain fakta bahwa gelora tersebut berada di Kota Bandung? Apa yang bisa mengaitkan keberadaan gelora tersebut dengan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa pembangunannya? Saya rasa tidak ada.

Gelora Bandung Lautan Api, dilihat dari namanya, tampak seperti satu hal yang tidak ada hubungannya dengan apapun yang ada di sekitarnya, tidak bisa ditelaah kaitannya dengan ruang dan waktu. Bahayanya, jika kelak karena kekacauan pencatatan sejarah atau ada pihak-pihak yang merasa perlu memalsukan sejarah, kemudian secara absurd stadion olahraga dihubung-hubungkan dengan peristiwa pembumihangusan Kota Bandung hanya karena namanya berbicara demikian. Itu mungkin saja terjadi mengingat sampai saat ini negara kita masih belum tuntas meluruskan sejarah yang seharusnya tidak pernah direkayasa. Apalagi sekarang zamannya orang bisa menulis dengan bebas dan dibaca oleh siapa saja di seluruh penjuru dunia. Ini tentu akan beresiko menambah ambiguitas sejarah.

Alangkah lebih baik jika penamaan gelora tersebut menggunakan nama baru yang lebih spesifik dan identik dengan gelora itu sendiri, bukan dengan peristiwa lain. Sehingga kelak penelusuran sejarah tidak dikacaukan dengan tebak-menebak atau duga-menduga hubungan satu dengan yang lain yang sesungguhnya tidak memiliki hubungan sebab akibat. Tapi “ya, saya sepakat namanya bukan Gelora Rosada”.

27 Mei 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s