Sudahkah Kita Bersaksi?

Bersaksi, menurut KBBI, berarti menyatakan atau mengakui dengan sesungguhnya. Bersaksi bukan sekedar menyampaikan informasi bahwa “ya, saya tahu memang demikian…”. Lebih dari itu, bersaksi haruslah disertai dengan kenyataan bahwa seseorang meyakini pengetahuannya adalah benar berdasarkan pembuktian langsung olehnya. Kesaksian tentu tidak dapat diakui kebenarannya jika seseorang bersaksi hanya karena banyak orang memberi kesaksian yang serupa.

Setiap hari kita (umat islam) bersaksi tentang keberadaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan meniadakan tuhan-tuhan lain selain-Nya. Kita juga bersaksi tentang keberadaan Muhammad sebagai utusan Allah. Kita bersaksi setidaknya lima waktu dalam 24 jam melalui shalat. Saya pernah bertanya-tanya; mengapa kesaksian itu harus diulang-ulang? Tidak cukupkah satu kali saja untuk meyakinkan bahwa kita akan memeluk agama Islam? Tidak yakinkah Sang Pencipta pada kesaksian kita?

Kemudian saya tersadar, dua kalimat syahadat bukanlah pernyataan untuk meyakinkan Tuhan, melainkan untuk meyakinkan diri saya sendiri. Syahadat seharusnya meyakinkan sekaligus mempertanyakan diri saya sendiri; sudahkah saya memahami makna kesaksian tersebut? Seperti apa saya memahaminya?

Selama ini dua kalimat syahadat tak pernah saya coba pahami lebih dalam, saya hanya mengetahui bahwa syahadat adalah kalimat sakti yang harus diyakini terlebih dahulu sebelum diikrarkan seseorang untuk memeluk agama Islam. Tidak lebih. Padahal syahadat adalah pondasi dalam menjalani kehidupan dalam tuntunan Islam.

Tiada Tuhan selain Allah. Tuhan yang ada, terdahulu, kekal, esa dan kuasa. Tuhan yang Maha melihat, Maha mengetahui, Maha mendengar. Tanpa sadar, seringkali kita lupa kebesaran Allah, padahal sejak kecil kita diajari tentang 20 sifat Allah yang merupakan kesempurnaan-Nya. Seringkali kita lupa untuk menyerahkan berbagai persoalan pada-Nya, kita lebih sering merasa lebih tahu dari-Nya lalu dengan lancang memberi tahu Allah apa yang seharusnya diberikan atau tidak diberikan pada kita.

Muhammad utusan Allah. Seseorang yang dimuliakan dan menjadi kekasih Allah. Tauladan yang padanya lah seharusnya kita mencontoh berbagai sikap dan perilaku. Tapi kita sering lupa, kita lebih suka mengidolakan manusia lain selain Muhammad. Kecintaan berlebihan kita pada manusia (selain Muhammad) hampir berbanding lurus dengan harapan kita atas kesempurnaan orang tersebut. Sehingga sekali saja ia berbuat salah, kita kecewa bahkan terluka. Kita merasa dikhianati padahal kita menaruh seluruh kepercayaan kita padanya.

Perasaan dikhianati tentu tidak akan kita rasakan jika menempatkan kepercayaan dengan tepat. Orang yang kita anggap paling baik di dunia ini pun tidak akan luput dari kesalahan. Teman, sahabat, saudara, pacar, anak, bahkan orang tua sekalipun bisa saja melakukan kesalahan yang akan membuat kita sangat terluka dan kecewa. Mereka bisa saja mengkhianati kepercayaan yang kita berikan. Cinta, rasa percaya, dan harapan yang terlalu tinggi pada mereka lah yang membuat kita kecewa.

Lantas mengapa kita tidak menaruh saja kepercayaan itu pada Yang Maha Sempurna? Agar kita tidak lagi kecewa dan terluka. Bukankah Allah akan mendekat pada kita yang mendekat padaNya? Seperti yang terkandung dalam Al Baqarah 152: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat) -Ku.”

Allah tidak akan ingkar janji, Allah tidak berkhianat. Tidak ada selain Allah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan seperti-Nya. Rasulullah tidak menyakiti seujung kuku pun manusia lainnya. Tidak ada manusia di dunia ini yang patut diikuti selain Nabi Muhammad saw.

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.

Pernahkah kita benar-benar bersaksi dengan sadar dan haqqul yaqin bahwa “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah”?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s