Laki-laki di Ujung Senja dan Perempuan Kemarin Sore

Seorang perempuan lahir dari air mata ibunya yang dikemasi sang ayah.

“Lihatlah darah ini, Nak
Darah yang mengalir dari luka masa lalu ayahmu,
Lalu mengering dalam ceruk nasib ibumu”

Adakah luka menghitung waktu?
Atau waktu yang menghitung luka?

“Akulah darah yang mengering itu, meretak dalam ceruk nasib ibu yang tak satu
Akulah luka itu, luka yang tak satu
Luka yang bahkan waktu sungkan untuk menghitungnya

Aku adalah kemarin yang kau sembunyikan dalam lipatan kemejamu,
Setiap pagi pergi bekerja
Aku adalah kemarin yang berjalan dalam gelap duniamu
Aku adalah kemarin yang tertelan dalam senyum hangat di rumah itu,
Menyisakan pahit tak terperi

Aku adalah kemarin yang ingin menemuimu dalam senja
Untuk sekedar bertanya,

Ayah…
Seperti apa hari esok?”

Bogor, 250913

*Dibacakan pada acara #MalamPuisi Bogor oleh saya sendiri :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s