Pemuda yang Sedang Jatuh Cinta

Masih ingin kunikmati senyum sore itu, yang kau bawa dari jauh menuju
kota asing, lalu singgah di tempat persembunyian pasukan hujan. Di
sini, kota yang dinamai rupa-rupa kenangan, tercatat perjumpaan kita
yang sesaat.

Namun senyum itu masih tertinggal di ujung mata, menginap berhari-hari
dalam ingatan, menculik raja kantuk dari kerajaan malam. Rasanya aku
melihat senyum yang sama di dalam cermin pada wajah yang ku kenal.
Wajahku sendiri.

Pemuda yang sedang jatuh cinta dan kaus merah bergambar wajah,
senyumnya cerah. Ku pinjam catatan langit yang masih belia, tentang
mimpi panjang si pemuda kelana, menyebrang lautan mencari diri yang
sembunyi pada jalan-jalan sunyi.

Di sana rupanya si pemuda yang hatinya syahdu, menandai jalan dengan
rindu. Kelak rindu itu yang akan menuntunnya kembali pulang, menyusuri
kenangan yang berjatuhan di sepanjang jalan menuju rumah. Ia akan
pulang, bersama senyum yang tak pernah hilang.

*Puisi ini khusus ditulis untuk Irwan Bajang. Konon, diambil dari Bahasa Sasak, Bajang artinya muda atau pemuda yang sedang jatuh cinta. 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s