#5BukuDalamHidupku | Boneka Pengupas Kacang: Pembebasan Diri dari Boneka

Pukul 22.30. Sudah dua minggu ini biasanya saya sudah terlelap di jam 9 atau 10 malam. Duhngantukan” sekali saya akhir-akhir ini, padahal bulan-bulan sebelumnya saya selalu menemui kasur di atas jam 12 malam. Malam ini pun saya pasti sudah terbang bebas di alam mimpi, kalau saja tidak ada yang membuat galau. Seperti biasa, si gadis yang mudah sekali galau. 😀

Ini hari pertama #5BukuDalamHidupku. Sejak digagas dua hari yang lalu oleh @IrwanBajang, penyair Lombok itu, saya sudah gelisah tak karuan. Mengapa? Karena saya ingin sekali mengikuti kompetisi ini. Bukan. Bukan karena hadiah. Sudah terbukti bertahun-tahun bahwa hadiah sebesar apapun tidak pernah cukup kuat memotivasi saya untuk mengikuti kompetisi menulis. Ada kalimat Bajang yang membuat saya bagai kebelet pipis di tengah kemacetan lalu lintas. RESAH. Catat ini: #5BukuDalamHidupku adalah kompetisi dengan diri sendiri, mengalahkan rasa malas yang selama ini jadi raja. Nah!

Baiklah. Mari kita mulai mengingat-ingat buku apa saja yang telah mengubah hidup saya, minimal yang sudah memberikan pengaruh besar dalam hidup saya ini. Hmmm, ternyata cukup sulit menentukan buku apa yang akan saya suguhkan di hari pertama ini. Tidak perlu buku yang hebat, katanya. Ini bukan ajang pamer seberapa keren bacaanmu. Cukup buku yang berkesan untuk hidupmu sendiri. Aha!

Ini dia si “Boneka Pengupas Kacang”, buku pertama dalam hidup saya. Buku ini pemberian dari Ayah ketika saya masih SD. Saya lupa kelas berapa, mungkin kelas 2 atau 3. Sayangnya buku ini sudah tidak ada di rak buku saya. Sudah 20 tahun yang lalu, mungkin sudah rusak dan terbuang. Tapi di era super canggih sekarang ini, apapun bisa dicari. Maka saya temukan gambar sampul buku ini di internet.

Boneka Pengupas Kacang

Ada apa dengan buku ini? Saya tidak banyak mengingat isi cerita buku tersebut. Syukurlah ini bukan kompetisi resensi buku, jadi saya tidak perlu menceritakan isi buku. Sejauh yang saya ingat, rasanya tidak ada hal yang filosofis dari buku karangan Shogo Hirata itu. Wow, saya bahkan baru ingat nama penulisnya setelah mencari di mesin pencarian google. :p

Hanya satu yang saya ingat dari buku “Boneka Pengupas Kacang”, yaitu perasaan “ASIK, SAYA DIKASIH HADIAH BUKU”. Bagi saya saat itu, hadiah buku adalah hal yang sangat istimewa dibandingkan dengan hadiah boneka yang selalu berujung menjadi penghias lemari tanpa saya sentuh. Ya, saya memang tidak suka boneka sejak kecil. Jadi ketika mendapatkan hadiah buku rasanya seperti pembebasan diri dari boneka. Ya walaupun bukunya juga tentang boneka sih. Tak apalah. :p

Saya ingat saat-saat membaca buku itu. Saya ingat saya bisa membaca buku itu berkali-kali setiap hari. Buku yang sama setiap hari. Saya suka membaca ceritanya, saya suka melihat gambarnya. Beberapa lama kemudian, saya ingin menjadi penulis buku cerita anak-anak. Saya ingin menulis buku cerita yang dibaca anak-anak berulang kali setiap hari, seperti buku yang saya baca. Ya ampun, saya malah hampir lupa pernah memiliki mimpi itu.

Hidup penuh jalan berkelok yang membuat kita lupa jalan pulang. Saya lupa pernah ingin menjadi penulis cerita anak setelah melalui banyak hal selama 20 tahun. Saya lupa pulang pada cita-cita purba. Seperti sekarang ini, banyak godaan yang membuat saya jarang pulang ke rumah blog. Godaan itu bernama microblogging. Untung saja diingatkan untuk mudik ke sini, sekedar membersihkan debu-debu yang menempel di dinding.

Inilah kepulangan itu. Kali ini saya pulang bersama cerita dari masa anak-anak. Memang sebaiknya begitu. Sejatinya setiap perjalanan diawali dari mana kita melangkah, kan? 😉

Advertisements

4 thoughts on “#5BukuDalamHidupku | Boneka Pengupas Kacang: Pembebasan Diri dari Boneka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s