#5BukudalamHidupku | Kamus Kanji: Pacar Lama yang Terlupakan

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada aksara kanji. Iya, KANJI. Sejak pertama mengenal aksara kanji di semester awal kuliah, saya langsung tergila-gila padanya. Tapi tak lama kemudian saya dibuat patah hati berkali-kali. Kanji terlalu sulit dipahami. 😦

Ada ribuan kanji yang harus saya kenali, hapalkan dan maknai selama tiga setengah tahun kuliah di Sastra Jepang. Bayangkan: ribuan! Saya sempat menyerah untuk mengenalnya lebih jauh, tapi Bapak Dosen yang baik hati memberi petuah yang sangat berarti agar saya bisa mencintai aksara kanji tanpa perlu patah hati.

Kalau kamu sulit mengenalnya, mungkin pendekatan kamu yang salah.

Kira-kira begitu petuah beliau. Saya pun mengikuti saran beliau untuk melakukan pendekatan dengan cara lain. Tapi petuah saja tidak cukup. Perlu langkah strategis untuk memudahkan saya dalam mempelajari kanji Jepang. Saya butuh kamus. Kamus kanji sang penyelamat perkuliahan saya. Kamus yang membuat saya semakin cinta
aksara kanji.

Kamus Kanji Modern

Kamus kanji itu unik. Bentuk kanji yang berbeda dengan huruf biasa membuat proses membuka kamus menjadi lebih seru. Saya serius, membukanya saja sudah seru, apalagi mencari-cari kata di dalamnya.

Kanji itu tidak bermakna tunggal. Satu kanji memiliki cara baca dan arti yang bermacam-macam, bisa puluhan bahkan ratusan. Belum lagi kalau dikawinkan dengan kanji lain, bisa lebih banyak lagi maknanya. Maka wajar jika tidak banyak yang dapat menghafal seluruh kanji yang jumlahnya ribuan. Dan kamus menjadi kitab suci bagi siapapun yang sedang mempelajari bahasa Jepang.

Kanji terbentuk dari karakter dasar yang terdiri dari coretan-coretan. Satu kanji bisa terdiri dari dua sampai tujuh atau delapan karakter dasar yang terbentuk dari satu sampai 17 coretan. Nah, untuk mencari tahu cara baca, arti serta padanan sebuah kanji, kita harus dapat menentukan karakter dasarnya terlebih dahulu. Terdiri dari berapa coretan, terdapat di sisi kiri atau kanan. Itu semua menentukan sulit-mudahnya pencarian kita. Menarik bukan?

Kamus Kanji Modern_2

Kanji bukan huruf, melainkan simbol. Belajar kanji terkadang seperti belajar mengenali gambar. Tak jarang bentuk kanji dibuat menyerupai bentuk asli yang diwakilinya. Misalnya saja bentuk kanji “川” (kawa; sungai) melambangkan arus sungai, atau kanji “門” (gerbang) bentuknya menyerupai gerbang atau gapura.

Saya suka sekali dengan keterkaitan-keterkaitan antara kanji dengan benda yang diwakilinya. Kanji pohon, gerbang, gunung, dan banyak kanji lainnya yang konon bentuknya menyerupai bentuk bendanya.

Kanji yang terdiri dari gabungan dua kanji atau lebih juga menarik untuk ditelaah. Contohnya kanji “大木” (taiboku; pohon besar) yang terdiri dari kanji “大” (Ōki; besar) dan “木” (ki; pohon). Terdapat perubahan cara baca kedua kanji tersebut ketika disandingkan satu sama lain. Kalau tidak ada kamus kanji, saya mungkin sudah frustasi dan tidak lulus kuliah.

Begitulah. Kamus kanji membuat urusan percintaan saya dan aksara kanji tidak bertepuk sebelah tangan. Apalagi kamus ini pemberian dari seorang spesial, menjadi saksi bisu cinta junior-senior. Jadi kamus ini cukup ISTIMEWA. 😀

Saya pilih Kamus Kanji untuk saya bawa pulang ke blog saya di hari ke-dua #5BukuDalamHidupku ini karena sudah dua tahun belakangan saya langka sekali menyentuhnya. Saya mulai melupakan buku yang dahulu menjadi kitab suci saya. Lebih tepatnya, saya melupakan bahwa saya dulu adalah mahasiswi Sastra Jepang. Menulis ini, saya jadi membuka lagi pacar lama saya dan berusaha mengingat dengan baik bagaimana cara menggunakannya. Iya, saya sudah lupa sama sekali. 😀

Advertisements

2 thoughts on “#5BukudalamHidupku | Kamus Kanji: Pacar Lama yang Terlupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s