#5BukuDalamHidupku: Ini Rahasia!

Detective Conan

Kalian salah besar kalau berpikir saya memilih buku ini karena terobsesi untuk menjadi detektif. Saya mengagumi kehebatan Gosho Aoyama dalam mengarang kisah petualangan detektif yang tidak ada habisnya ini. Ratusan kasus kejahatan yang berbeda dihadirkan dengan kepandaian seorang detektif remaja (yang tubuhnya berubah menjadi anak-anak) dalam memecahkannya. Walaupun saya menyukai cerita-cerita detektif, tidak berarti saya ingin menjadi seorang detektif.

Lantas apa yang membuat komik Conan ini berkesan bagi saya hingga saya membawanya dalam #5BukuDalamHidupku hari ke-empat ini? Saya akan memberi tahu satu rahasia. Jangan bilang siapa-siapa, ini hanya antara kita saja. Sepakat?

Jadi begini. Saya itu tidak bisa membaca komik. Saya tidak mengerti bagaimana caranya membaca komik. Serius. Memangnya saya terlihat sedang bercanda? Saya seringkali dibuat kebingungan ketika membaca komik. Saya seperti tersesat di keramaian gambar hitam putih yang tumpuk-menumpuk. Letak gambar dan tulisan yang tidak beraturan itu membuat kepala saya pusing. Saya tidak bisa membaca gambar-tulisan-gambar-tulisan yang letaknya sembarang itu.

Bagi saya, membaca komik itu harus pakai teknik sendiri, berbeda dengan membaca buku yang hanya berisi baris-baris kalimat. Saya membutuhkan energi lebih untuk dapat membaca komik secara utuh. Biasanya saya hanya akan membaca tulisan-tulisannya terlebih dahulu dengan urutan yang (saya rasa) berlompatan. Setelah itu, barulah saya melihat-lihat gambarnya. Sungguh tidak efektif sekali. Lebih baik saya diberi buku beratus-ratus halaman yang berisi narasi.

Nah, sialnya saya tertarik pada kisah-kisah detektif Conan. Saya penasaran ingin mengetahui kasus-kasus yang akan dipecahkan sang detektif, seperti apa pemecahannya, apa motifnya. Rasa penasaran itu berhasil mengalahkan rasa malas saya untuk membaca komik. Seperti yang sering saya katakan padamu, kawan; rasa penasaran itu selalu mampu mengalahkan apa saja.

Tidak percaya? Coba tanyakan pada orang-orang yang sedang patah hati, yang meskipun tahu dengan pasti bahwa hatinya akan semakin patah jika dia terus mencari-cari informasi tentang mantan kekasihnya, tapi tetap melakukannya. Karena apa? Penasaran. Dia tidak peduli pada hatinya yang semakin sakit, dia hanya peduli pada rasa penasarannya yang harus terpuaskan. Ini koq malah jadi curhat ya? Hahahaha.

Kembali lagi pada pembicaraan kita. Setelah mengenal komik Detective Conan, maka jadilah saya si pembaca komik. Komik Detektif Conan. Kalau diberi komik yang lain, sepertinya saya tetap akan bilang “tidak, terima kasih”. Ingat, kawan; ini rahasia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s