Dari Fisika Sampai Simpul Pita

Sore yang gerimis,
Aku suka menyaksikannya dari jendela itu,
Memandangi daun-daun dan rumput yang mulai basah.
Sore yang gerimis selalu membawa ingatanku pada perjumpaan kita.

Hei, aku merindukan wangi kopi dari gelas di tanganmu,
Kita bisa menyesapnya lagi sekarang,
Esok atau lusa setiap sore menjelang,
Menikmati bunyi gitarmu yang melantunkan lagu itu-itu saja,
atau sekadar duduk di depan televisi sambil memindahkan saluran tanpa tujuan.

Kalau besok cerah,
Kita bersantai di pekarangan,
Berbicara tentang rumus-rumus fisika;
tentang sudut, gaya, relativitas, dan lainnya.
Aku hanya akan mendengarkan seperti biasanya.

Ah, aku ingat!
Telinga manusia adalah alat keseimbangan, katamu.
Tak perlu khawatir jatuh.
Kita bisa berlari, melompat, dan menari sesuka hati.

Ayo cuci mata dan melihat dunia,
Melakukan apa saja dan tertawa,
Membaca puisi atau membuat simpul pita,
Berbincang tentang apapun dengan suka cita.
Lalu berbahagia.

Lalu berbahagia. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s