Tentang Melompat dan Menikah

I

Tahun 2014 ini sepertinya tahun menikah. Banyak sahabat saya yang (akhirnya) memutuskan menikah di tahun ini. Tentu saya senang mendengar kabar bahagia dari mereka, meskipun saya juga sedih karena harus “kehilangan” mereka. Tapi ini kan hanya satu dari sekian banyak hal yang harus dihadapi dan (hampir) pasti akan dialami semua orang. Jadi ya harus diterima dengan ikhlas kalau teman sepermainan kita berkurang. Lebih baik mendukung mereka yang akan melangkah menuju kehidupan baru dengan berbagai dramanya. Iya, drama. Berhubung beberapa orang yang akan menikah dalam bulan-bulan ini adalah sahabat-sahabat saya, sedikit banyak saya tahu berbagai hal yang mereka hadapi menjelang pernikahan. Dan itu horor. 😀

Sebetulnya saya sudah sering mendengar kisah-kisah drama menjelang pernikahan, tapi kali ini berbeda karena saya jadi ikut  memikirkan kepusingan si calon-calon mempelai ini. Pada suatu tengah malam di tahun 2009, seorang sahabat menelepon saya dan mengatakan ingin membatalkan pernikahan. Saya yang waktu itu sudah terlelap sontak kaget mendengarnya dan memastikan bahwa saya tidak sedang bermimpi. Pasalnya dia sudah melamar gadis pujaannya dan hari pernikahan semakin dekat. Saya tidak habis pikir dengan berbagai alasan yang dia utarakan, tapi saya dengarkan dengan sabar segala kepanikannya. Akhirnya mereka tetap menikah sesuai rencana dan hidup bahagia. Tahun ini sahabat saya yang lain berkata ingin kabur dari acara lamaran padahal si pelamar adalah laki-laki yang paling dia cintai setelah ayahnya. Kali ini saya lebih bisa memaklumi ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh mereka dan bisa lebih bijak dalam menanggapi cerita sahabat-sahabat saya. Iya, sotoy memang. Padahal saya tidak bisa menangani ketakutan saya sendiri. 😐

II

Minggu lalu, saya bersama beberapa orang kawan berlibur (padahal bekerja) ke Pulau Tidung. Salah seorang, sebut saja Pasano, mengajak saya melompat ke laut dari Jembatan Cinta yang tingginya mungkin 10 meter. Sungguh saya ingin melakukannya. Beberapa kali berkunjung ke sana, saya selalu ingin melakukannya tapi selalu gagal mengumpulkan keberanian untuk itu. Pasano melompat satu kali, lalu meminta saya melompat. Saya tidak mau. Pasano melompat lagi, lalu menyuruh saya untuk melakukannya juga. Saya menolak. Pasano melompat lagi, lalu meyakinkan saya bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kamu hanya perlu melompat, Gul. Begitu katanya.

IMG_20140902_233531

Saya sempat berpikir untuk nekad melompat agar tidak lagi penasaran. Pasano berusaha keras meyakinkan saya bahwa saya tidak akan mati hanya karena melompat di jembatan itu dan dia semakin bersemangat ketika saya mulai mengikuti langkahnya ke atas jembatan. Tapi nyatanya, saya mengurungkan niat. Terlebih ketika melihat dari ketinggian. Saya batal melompat, ketakutan saya jauh lebih besar daripada rasa penasaran saya. Sekalipun Pasano berjanji akan memegangi dan menolong saya kalau saya tenggelam (yang mana -katanya- tidak mungkin terjadi).

III

Memang saya si penakut. Hal-hal mudah saja tidak berani saya taklukkan, padahal banyak orang lain mampu melakukannya. Melompat dari atas jembatan, misalnya. Sudah banyak orang melakukannya dan tidak ada kejadian buruk yang ekstrim menimpa orang-orang itu. Saya tetap saja takut. Sekalipun ada orang yang akan memastikan saya akan baik-baik saja dan siap siaga menolong, saya tetap tidak sanggup melakukannya. Bukan saya tidak percaya pada orang itu, tapi saya tidak bisa percaya bahwa saya mampu melakukannya. Ini hanya urusan melompat dari jembatan, Gul. Banyak orang melakukannya. Kamu bisa lihat juga tempat kamu akan melompat. Semuanya terlihat. Betul juga sih. Mungkin lain kali saya harus mencoba melakukannya.

Tapi urusan pernikahan tidak bisa disamakan dengan urusan melompat dari jembatan, kan? Ketinggiannya lebih tak terhingga, dasar tempat melompatnya tidak terlihat. Tidak seperti laut di bawah Jembatan Cinta. Kamu masih bisa melihat  birunya, masih bisa menakar gelombangnya, masih bisa memperkirakan bahaya yang mungkin datang. Tapi ini pernikahan. Sekali melompat, tidak bisa melarikan diri ke daratan. Kamu harus berenang selamanya atau tenggelam. Atau tenggelam. Atau tenggelam. Atau tenggelam. Beberapa orang  yang lebih dulu melakukannya terlihat kepayahan, kehabisan energi untuk berenang di samudera pernikahan.

Untuk melompat dari atas jembatan saja tidak ada yang berhasil meyakinkan saya, sekalipun Pasano yang saya percaya. Apalagi pernikahan. Sepertinya butuh energi besar untuk meyakinkan saya. Karena bagi saya, pernikahan tidak bisa sesederhana mengatakan “lompat saja, baru kamu akan tahu rasanya”. Menikah, bukan tentang melompat. Tapi bagaimana kamu akan bertahan untuk tidak tenggelam setelah melompat. Kamu harus yakin bahwa kamu ingin dan sanggup melakukannya, bukan karena kebanyakan orang melakukannya.

Advertisements

6 thoughts on “Tentang Melompat dan Menikah

  1. Jadi inget, dulu aku pernah melompat dijembatan sama (((mantan))), pas berikutnya kesana dia gada dan ga berani. Hft! Payah!
    Semangat gullliiiiiii..
    Iya gada yang tau mengenai samudra pernikahan sampai kamu benar2 berenang disana, kita cm dikasih tau kalau kamu nanti harus berenang, kalau cape gimana, tenggelam gimana, kamu akan ketemu hewan laut apa aja tapi itu semua katanya. Bisa iya sama bisa tidak, itu pada umumnya. Yg kamu yakini adalah kamu yakin dan mengenal baik siapa yg akan disebelah kamu mengarungi samudra itu dan kamu percaya keajiban tuhan itu nyata, dia gakan pernah ninggalin kamu. Kata aku sih yaaaaa, teuing tapiiii

  2. Pasano bilang: tipe kayak Guli emang hrs dibekap, dipegangin, terus dilempar kelaut. Biar aja dlm prosesnya dia nangis2, setelahnya pasti dia ketawa ketiwi dan berterima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s