Tak Ada Lagi Kita, Hanya Do’a

sby_2a.jpg.scaled895

Pada suatu ketika,
Tak ada lagi kata, hanya do’a.
Kita saling menatap dari jauh.
Dan rindu adalah jarak yang tak tertempuh.

Bagiku. Bagimu.
Kita lelah menunggu, tapi terlalu takut untuk menuju.

Perjalanan selalu menyuguhkan warna baru di pagi hari,
Lalu sore,
Menuntun langkah untuk kembali pulang.
Tapi kita tersesat dalam pencarian yang entah.

Dirimu. Diriku.
Pada kita segala tanya, segala ragu.

 

Pada suatu ketika,
Tak ada lagi kita, hanya do’a.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s