Tak Selebar Daun Kelor

“Dunia tak selebar daun kelor”

Pernah mendengar peribahasa tersebut? Merujuk pada peribahasa yang sering ditemui dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia kala duduk di Sekolah Dasar, dulu saya pikir daun kelor itu lebar. Bukankah kata “selebar” biasanya (seharusnya) menunjukkan sesuatu yang lebar? Tapi daun kelor ternyata tidak lebar, dia kecil, sangat kecil bahkan (menurut saya) untuk dijadikan objek pembanding dengan dunia. Bukankah lebih tepat menggunakan kata “sesempit” dibandingkan “selebar” untuk peribahasa di atas? Tapi saya tidak akan membahas itu sekarang. (Pembahasan mengenai kebingungan saya itu sudah terjawab di blog Ibu Utami Utar)

Saya akan membahas daun kelor dari sisi yang lain.

Terlepas dari ukurannya yang (ternyata) kecil, daun kelor ini manfaatnya sangat banyak. Saya baru tahu setelah “dipaksa” makan sayur daun kelor ketika berkunjung ke Pesantren Ekologi Ath-Thaariq di Garut.
Ternyata si daun kelor ini kaya akan kalsium yang konon 4 kali lipat dari kalsium susu, daun kelor juga kaya akan vitamin A dan vitamin C sehingga bisa menjadi antioksidan yang sangat baik. Selain itu, mengonsumsi daun kelor secara rutin dapat mengurangi resiko diabetes karena mampu mengurangi kadar gula dalam darah.

Rupanya bukan hanya daunnya saja yang bermanfaat, pohon kelor dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga bijinya. Akar kelor dapat dijadikan obat untuk mengobati rematik, epilespi, batuk, dan banyak penyakit lainnya termasuk penyakit kulit.  Kulit batang kelor bisa sebagai penawar racun ular dan kalajengking, sedangkan bunga dan bijinya bisa dijadikan berbagai macam obat dan kosmetik. (Selengkapnya baca di Manfaat Khasiat Daun Kelor Bagi Kesehatan Dan kecantikan)

Sepertinya harus punya pohon kelor nih di rumah, biar rajin mengonsumsi daun kelor setiap hari karena katanya bagus juga buat daya tahan tubuh biar gak mudah sakit.

Konon daun kelor juga bisa untuk tolak bala dan mengusir setan. Eh tapi gak bisa dipake buat mengusir mantan lho ya. Lagipula, mantan tak usah diusir, toh dunia tak selebar, eh sesempit, daun kelor kan? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s