(S)talking

Kamu pernah stalking? Istilah zaman sekarangnya itu kepo. Secara bahasa, stalking alias menguntit adalah aktivitas mengikuti seseorang yang dilakukan secara diam-diam dan tidak diketahui oleh orang yang diikuti. Dalam era teknologi informasi yang canggih seperti saat ini, si pelaku biasanya menguntit semua akun media sosial seseorang. Tujuannya sudah pasti mencari tahu perkembangan terbaru dari orang tersebut.

Tapi kenapa? Kenapa seseorang begitu ingin tahu apa yang terjadi pada kehidupan orang lain sampai harus menjadi penguntit? Apa sih motivasinya? Coba kita uraikan satu per satu.

Iseng
Sepertinya ini level stalker paling rendah dan tidak berbahaya. Biasanya stalker yang satu ini tidak punya tujuan khusus, hanya ingin tahu saja. Tapiiii, jangan salah. Kalau kebiasaan atau keisengan ini dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin berkembang menjadi perilaku usil dan ikut campur terhadap kehidupan orang lain.

Kagum
Stalker begini biasanya sih orang yang gak punya rasa percaya diri buat menunjukkan secara terbuka bahwa dia kagum atau jatuh cinta pada orang yang dikuntit. Bisa jadi orang yang dikuntitnya itu seorang public figure atau artis yang tak mungkin terkejar. Jadi, untuk memuaskan kekagumannya, dia hanya bisa melihat si idola dari akun media sosialnya saja.

Usil
Biasanya ini penyakit yang diidap oleh para penggosip yang mendapatkan kepuasan jika berhasil mengetahui urusan orang lain dan kemudian menceritakannya kepada orang banyak. Dia punya banyak waktu luang untuk mencari kabar apapun dari siapapun. Dia akan senang hati mendengar kisah-kisah penting orang lain, karena itu bisa jadi bahan gunjingan yang “mahal”.

Cemburu
Ini dilakukan oleh seseorang yang cemburu terhadap teman kekasihnya. Biasanya dia akan memeriksa semua akun medsos kekasihnya, mencari kemungkinan ada interaksi yang mencurigakan antara kekasihnya dengan orang lain. Stalker ini patut dikasihani karena hidupnya pasti melelahkan harus selalu waspada dan curiga.

Delusi
Level paling tinggi dan berbahaya nih. Stalker jenis ini biasanya sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri. Dia menciptakan skenario-skenario dalam kepalanya tentang orang lain, lalu dia bertindak sesuai skenario itu. Biasanya mereka akan menimbulkan gangguan bahkan ancaman bagi orang yang dikuntitnya. Tahun 1898, seorang aktris Amerika bernama Rebecca Schaeffer terbunuh oleh fansnya yang punya penyakit ini.

Nah, apapun motivasinya, sebaiknya kebiasaan menguntit tidak dibiarkan karena levelnya akan meningkat dan bisa jadi berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Lagipula, menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari tahu urusan pribadi orang lain itu tidak ada gunanya. Buang-buang energi dan tidak bermanfaat. Percayalah. Jadi lebih baik manfaatkan waktunya untuk hal lain yang jauh lebih berguna bagi nusa dan bangsa.

Sesuai dengan artinya, stalking itu dilakukan diam-diam. Biasanya sebisa mungkin tidak ketahuan bahwa dia sudah melihat-lihat seluruh akun orang yang dikuntitnya. Kalau ada yang menguntit tapi meninggalkan jejak, itu namanya STALKER CAPER alias cari perhatian.

*It’s been few months since you stalk on my social media. So, here’s my number 08562123985. Just call me if you need to ask me some questions or clarifications. Maybe we could sit and talk in the corner of coffeeshop like adult. Say what you wanna say. I dare you.

Quote-quotes-stalk-stalker-stalking-Favim.com-283966_large

Advertisements

4 thoughts on “(S)talking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s