Dari Kepala Turun ke Lambung

Terakhir kali maag saya kambuh terparah itu beberapa tahun yang lalu. Setiap 2 jam sekali saya harus makan sesuatu. Masalahnya, setiap kali saya memasukkan makanan, setiap kali itu juga si makanan keluar lagi. Perut saya tidak bisa menerima apa-apa selama berminggu-minggu kecuali air putih dan jus. Iya, serius. Alhasil berat badan saya perlahan tapi pasti merosot 10 kg. SEPULUH KILOOO. Saya jadi seperti tulang berjalan pada saat itu.

Kondisi itu rasanya masa paling suram dalam hidup saya. Pola makan kacau, konsumsi kopi berlebih, pekerjaan sedang tidak baik, kuliah sangat padat dan saya berambisi untuk lulus dalam waktu singkat, dan sejuta persoalan lain yang harus dipikirkan. Nah, persoalan itu yang sepertinya memperburuk kondisi lambung.

Sejak masa suram itu, saya berjanji untuk mengurangi konsumsi kopi. Saya hanya berani minum kopi satu gelas satu hari. Tidak lebih. Saya berjanji untuk makan teratur. Belum bisa makan sehat, tapi minimal mengurangi makan mie instan. Paling penting, saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkan persoalan-persoalan, apalagi persoalan hidup orang lain. Iya, saya mencoba untuk egois dan tidak peduli pada masalah orang lain. Faktanya, saya tidak bisa. Masalah orang lain pun selalu mengusik pikiran saya dan akhirnya membuat maag saya kambuh.

Sepertinya masa suram itu terulang akhir-akhir ini. Karena tidak mau badan kurus kering lagi, jadi sebulan terakhir ini saya berusaha untuk tidak memikirkan apapun demi kesehatan jiwa raga. Tapiiii, ternyata DUARR! Dipikirkan atau (pura-pura) tidak dipikirkan, ternyata tetap bisa mengganggu kestabilan asam lambung. Meskipun saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkan, ternyata asam lambung saya tetap bereaks, malah sampai naik sampai ke ulu hati. Berhari-hari ulu hati saya sakit tak tertahankan.

Akibatnya, saya jadi harus ke dokter lagi, minum obat lagi. Padahal sudah lama lambung saya tidak pernah bermasalah sampai harus ke dokter. Sepertinya masalah memang harus dihadapi dan diselesaikan, bukan diabaikan. Demi kesehatan jiwa raga hati dan pikiran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s