Hidup dan Pilihan-pilihan yang Menyebalkan

Setiap orang memiliki mood booster sendiri untuk melawan kejenuhannya atau memperbaiki suasana hatinya. Seorang kawan menjadikan cokelat kesukaannya sebagai “penyelamat hidup” dalam kondisi tertentu. Saya sendiri punya banyak mood booster bergantung pada situasinya. Salah satu yang paling ampuh untuk menyelamatkan (walaupun sering juga malah memperburuk suasana :p) tentu saja lagu.

Setiap pagi saya harus mendengarkan lagu, baik dari mini speaker di kamar maupun dari earphone yang terpasang pada handphone atau laptop. Pagi ini saya memutar lagu secara acak, mulai lagu lawas sampai lagu terbaru, mulai lagu Sunda, Indonesia, hingga lagu-lagu luar. Sebuah lagu dari Netral berjudul “Pertempuran Hati” diperdengarkan dengan lantang di telinga saya.

“…Detik menit berlalu, engkau digoda, engkau dirayu, sampai ajal memangigil namamu…”

Sepenggal lirik dari lagu tersebut mengingatkan saya pada kehidupan yang sedang kita jalani ini. Tidak ada manusia yang menjalani hidupnya dengan mulus. Betapapun kita berusaha untuk menjalani hidup dengan damai, kenyataannya kita tidak pernah terhindar dari godaan. Namanya juga godaan, tentu sangat menggiurkan sehingga kita ingin memilihnya. Sayangnya, godaan tidak pernah tidak beresiko. Siap tergoda, berarti kita harus siap mengorbankan hal lain yang sama pentingnya untuk kehidupan kita.

Misalnya saja kita sedang bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawan tetap, lalu ada tawaran bekerja di perusahaan lain dengan gaji lebih besar tapi sebagai tenaga kontrak. Atau kita mendapat tawaran keliling Indonesia dalam 6 bulan tapi berarti harus meninggalkan kuliah. Atau sedang dalam karir yang bagus lalu harus menikah dan menjadi ibu rumah tangga.

Menyebalkan? Memang. Namanya juga godaan. Kita digoda untuk berani memilih mana yang lebih “menguntungkan” untuk hidup kita yang -seperti dalam lagu di atas- akhirnya memicu pertarungan dalam diri sendiri. Pertempuran hati. Meski demikian, pilihan-pilihan yang datang pada hidup kita tentu melatih kita untuk menjadi lebih bijaksana dalam melangkah. Terlebih lagi, kita dilatih untuk berpikir lebih adil, setidaknya pada diri sendiri.

Kemudian suara Om Bagus berganti dengan suara Om John Mayer “Friends, Lovers, or Nothing”. Nah kan! Pilihan menyebalkan lainnya. But sorry to say, kali ini saya pilih nothing.

wpid-logo-4.png.png

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s