Kapan Kita Kemana?

Traveling alias bepergian atau jalan-jalan itu banyak manfaatnya lho. Selain menyegarkan badan dan pikiran karena keluar dari rutinitas yang menyebalkan, traveling juga memperkaya wawasan kita akan kondisi sosial dan budaya di tempat lain. Konon traveling juga ampuh untuk menajamkan kepekaan dan menumbuhkan empati.

Lebih dalam lagi, traveling juga mengembalikan kita pada diri sendiri. Saya lebih suka bepergian sendiri karena dengan begitu saya bisa punya banyak waktu untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri. Merenung. Kontemplasi. Biasanya jadi bisa mengingatkan diri sendiri kalau sudah membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna. Untuk sebagian orang, traveling juga jadi ajang menambah teman di berbagai daerah yang dikunjungi. Ada juga yang sambil ngarep dapet jodoh. Hahaha.

“Duh, susah dapet cuti”, “duh, gak punya uang”. Jangan banyak alasan! Traveling tidak harus bolos kerja seminggu. Pergi 1-2 hari di akhir pekan juga sudah cukup untuk merehatkan sejenak tubuh dan pikiran. Traveling juga tidak selalu harus ke tempat yang butuh ongkos selangit. Kalau kata teman saya “piknik itu persepsi”. Sesekali, dirimu juga perlu diberi hadiah. Nah, traveling bisa jadi hadiah yang sangat berkesan dan bermanfaat untuk jiwa raga.

Tapi kalau mau traveling, harus ingat pesan dari Ernest Hemingway “Never go on trips with anyone you do not love”. Jadi, kapan kita kemana?

Advertisements

One thought on “Kapan Kita Kemana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s