Hujan Pagi Ini

Bogor hujan pagi ini.

Tak ada yang aku lakukan selain menatap hujan dari jendela kamar. Rasanya sudah lama aku tidak memandangi hujan seperti ini. Mungkin karena langit biru kini menarik perhatianku. Tentu saja juga senyummu. Aku jadi punya hal lain untuk dinikmati dengan hati gembira, seperti saat aku menatap hujan.

Ah, banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu dan langit biru. Melukis dengan cahaya lewat kamera milikmu. Menyaksikan fajar di pantai yang sering kau datangi. Bahkan hanya melihat senyum anak-anak yang tak sengaja kita jumpai. Betapa menyenangkan berbagi kegembiraan seperti itu.

Tapi tiba-tiba senyummu menghilang. Aku tidak lagi menemukannya di manapun. Mataku kini hanya menangkap kekosongan di wajahmu, juga hatiku. Mungkin seseorang sedang membuatmu risau atau kecewa, sehingga kau menjadi muram. Mungkin juga karena aku yang setiap saat mengganggumu untuk sekadar berbincang tak tentu arah.

Kini kau tak lagi di sana. Pesanku hanya seperti suara di dalam ruangan kosong. Aku kehilangan. Bahkan langit biru kini tak lagi menyenangkan untuk kupandangi. Kini aku hanya bisa menerka apa yang sedang kau rasakan. Melihatmu dari jauh dengan hati gundah.

Bogor hujan pagi ini. Dan aku merindukanmu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s