Antre dong! – Rebutan Penumpang Itu Kuno

Saya heran dengan sistem angkutan umum yang masih tanpa aturan dalam mencari penumpang. Para calo biasanya adu cepat bahkan tak jarang saling berebut untuk mendapatkan penumpang. Akhirnya penumpang yang jadi korban dan tidak nyaman dengan perlakuan mereka. Okelah kalau itu angkot di halte dan terminal. Tapi untuk sekelas bandara, rasanya sistem rebutan begitu sudah sangat kuno. Dan itu sangat menyebalkan bagi penumpang. Belum lagi mereka “menggetok” harga yang tidak masuk akal sehingga penumpang semakin antipati dan kapok.

Kemarin saya ribut dengan para sopir taksi dan travel, yang lebih tampak seperti para preman, di Bandara Lombok. Pasalnya, begitu saya keluar dari bandara, mereka berebut menawarkan jasa angkutan. Saya sudah menolak berkali-kali, mereka tetap gigih cenderung memaksa. Saya terus diikuti oleh beberapa orang yang tampangnya menyebalkan.

Saya bilang kalau saya akan naik damri. Memang tadinya begitu, bahkan saya sudah membeli tiket damri di loket resmi. Namun damri menuju Lombok Timur baru akan ada satu jam kemudian, sedangkan perjalanan menuju desa harus ditempuh dalam waktu lebih dari dua jam. Sepertinya saya akan sangat kesorean jika menunggu damri, sehingga saya berpikir untuk naik taksi. Saya pun naik taksi burung biru yang baru saja mengantar penumpang.

Dan wow! Taksi yang saya naiki dihadang oleh beberapa orang, sepertinya mereka yang tadi mengikuti saya. Mereka terlihat marah dan berteriak menggunakan bahasa Lombok yang tidak saya mengerti. Sopir taksi ketakutan dan meminta saya menjelaskan kepada mereka. Terjadilah perdebatan dengan para preman itu. Mereka memaksa saya turun dan naik angkutan mereka. Saya turun dan ribut dengan mereka. Saya berkata keras ke mereka kalau saya tidak akan pernah mau ikut dengan mereka karena cara mereka yang sangat memaksa sejak saya keluar dari bandara.

Saya pun pergi menuju alfamart di depan pintu keluar bandara. Sengaja saya berlama-lama di dalam alfamart. Begitu saya keluar, lagi-lagi saya didatangi oleh orang yang menawarkan sewa mobil. Saya berkali-kali menolak dengan halus dan mengatakan kalau saya akan naik damri, tapi dia tetap ngotot. Akhirnya saya naik pitam lagi.

“Bapak ngerti gak sih kalau saya sama sekali tidak mau naik angkutan bapak?! Saya akan tunggu damri atau minta jemput teman saya. Kalau bapak paksa saya terus, saya akan laporkan!”

Sesungguhnya saya tidak tahu harus lapor ke siapa. Saya hanya mau menunjukkan kalau saya tidak akan takut dengan preman-preman itu (padahal jantung udah dagdigdug). Saya hanya tidak mau menggunakan jasa mereka karena berdasarkan cerita dari teman-teman, mereka seringkali menjebak penumpang. Meskipun di awal sudah disepakati harga, nanti di perjalanan mereka akan meminta harga lebih mahal. Kalau kita tidak setuju, kita akan diturunkan di daerah yang tidak kita kenal dan rawan kejahatan. Mau tidak mau pasti kita akan menyepakati harga yang bisa jadi dua kali lipat dari kesepakatan awal. Modus!

Mengapa bandara tidak memberlakukan sistem antrean untuk taksi? Sehingga sudah jelas giliran siapa yang membawa penumpang tanpa harus berebut dan membuat penumpang tidak nyaman. Saya tidak tahu apakah bandara di Jakarta pakai sistem antrean atau tidak, karena saya tidak pernah naik taksi dari sana. Saya rasa sistem antrean cukup adil untuk semua. Tentunya dengan harga yang jelas dan konsisten atau pakai argo yang berlaku.

Untungnya gertakan saya tadi berhasil. Orang itu kemudian pergi dan saya bisa naik taksi burung biru yang ternyata masih menunggu saya di tempat parkir. Sebelum naik, saya didatangi lagi oleh salah seorang yang tadi menghadang taksi saya. Sepertinya dia pemimpin sopir-sopir itu. Dia mewanti-wanti saya supaya lain kali tidak naik taksi dari luar lagi. Saya bilang:

“Saya mau aja naik taksi bapak kalau cara bapak juga sopan.”

Saya sih gak takut menghadapi preman. Saya cuma takut kalau kamu gak sayang lagi. Ngok!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s