Hujan Terakhir

Kita adalah kemarin
Menempel pada tembok usang
Lampu-lampu jalan, rel kereta
Dan apapun yang bukan ingatan

Tak ada kunang-kunang
Malam senyap tumbuh di atas meja
Di dalam lemari, di gerbong kereta
Di ruas-ruas jalan yang kita tinggalkan

Kemarau tinggal di mataku
Hujan terakhir tanggal dari rambutmu
Pertemuan-pelukan lesap oleh waktu

Kita adalah abu
Bara api menyala dalam dadaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s