Bilamana

Bilamana telah reda marahmu
Bilamana kita

Duduk berdua
Melepaskan segalanya

Bilamana mungkin
Kau membaca aku

Advertisements

Perihal Memugar

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi Bandung lagi setelah hampir setahun menahan rindu pada Kota Kembang itu. Seperti kata Surayah Pidi Baiq yang kini ungkapannya terpampang di sekitaran alun-alun Bandung, “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”. Begitulah. Dan melepas rindu kali ini lebih daripada biasanya.

Saya ditemani sepupu saya mengitari Kota Bandung, melintasi jalur yang dulu suka kami lewati. Bedanya, dulu saya lebih suka berjalan kaki. Jalan Aceh menuju Tamblong, lalu berbelok ke titik nol Bandung dan Museum Asia Afrika, kemudian lanjut terus hingga alun-alun dan Braga. Itu adalah jalur yang enak untuk berjalan kaki. Tapi kali ini kami memilih menggunakan sepeda motor. Ketika melewati Jalan Braga, kami melihat seorang bapak sedang memugar sebuah bangunan tua. Bangunan usang itu menjadi tampak cerah dengan warna kuning yang baru dipulas pada jendela dan pintu.

Memugar berarti memperbaiki kembali atau memperbaharui. Bukan hanya sesuatu yang rusak, memugar juga seringkali dilakukan pada sesuatu yang sudah lama atau membosankan sehingga menjadi tampak baru dan lebih segar, seperti bangunan tua di Jalan Braga itu. Jalan Braga memang kawasan kota tua di Bandung yang arsitekturnya masih mempertahankan peninggalan zaman Hindia Belanda. Pada kawasan ini, aktivitas pemugaran lebih jamak daripada pembongkaran. Selain mempertahankan sejarah, citarasa klasik Eropa yang tetap dijaga itu juga menjadikan suasana di jalan ini lebih romantis dan indah.

Saya termasuk orang yang sangat menyayangkan pembongkaran bangunan-bangunan lama. Bogor termasuk kota yang cukup banyak menghilangkan bangunan tua. Kalau hanya sekadar warna yang pudar, mengapa tidak cukup dipugar? Mengganti dengan yang baru tidak selalu lebih baik atau lebih indah. Terutama sekali, sesuatu yang sudah lama pasti menyimpan banyak kenangan cerita dan nilai sejarah yang tidak bisa begitu saja diganti oleh sesuatu yang baru.

Tapi, dalam KBBI, memugar berarti juga melakukan dengan sungguh-sungguh. Mungkin dalam perbaikan juga perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena jika tidak, alih-alih memperbaiki malah akan semakin merusak keadaan yang ada.