Repertoar Gerimis

Takdir gerimis yang jatuh di kepalamu
Lesap menjadi aroma kampung halaman di rambutmu
Wajah-wajah asing hilir mudik
dibawa kereta menuju baris-baris puisi

Aku membayangkan kau menunggu di peron itu
Berkali-kali melirik jam stasiun yang berjalan mundur
Dan orang-orang yang menitipkan kecemasan pada matamu
Bahumu sendiri kepayahan memikul masa lalu
Sajak-sajak yang retak
Dan diorama usang di sudut-sudut kota

Saat menanti itu
Kau merapal mantra yang bukan namaku

***
Jakarta, 15 Juli 2017

Aku adalah Hutan

Aku adalah hutan yang kau
tinggalkan ke belantara gedung-gedung
dan jam kerja yang tak pernah berakhir
Kesepian
Menunggu hati yang kelak rindu
Wangi sehabis hujan dan membuka pintu
Menuju aku

Rindu menjelma pohon-pohon pinus
Dalam hati yang lembap dan senyap
Hutan yang kau tinggalkan
Tak pernah pergi
Ia setia menumbuhkan rimba
Kemana Kunang-kunang petualang
Akan selalu pulang

***
Bogor, 30 Juni 2017